Kelas: X
Mata pelajaran: Fisika
Materi: Transmisi Listrik
Kata kunci: Transmisi Tegangan Tinggi.
Jawaban pendek:
Keuntungan transmisi daya listrik jarak jauh dengan tegangan tinggi adalah lebih sedikit energi listrik yang hilang akibat berubah menjadi panas selama transmisi.
Jawaban panjang:
Energi listrik dihasilkan di pembangkit listrik, dan untuk bisa digunakan, energi listrik ini harus disalurkan ke rumah pengguna. Penyaluran ini dilakukan menggunakan saluran transmisi (dari pembangkit ke gardu listrik) dan distribusi (dari gandu listrik ke rumah pengguna).
Pada penyaluran di tahapan transmisi, penyaluran dilakukan dengan menggunakan tegangan sangat tinggi, untuk menurangi energi yang hilang.
Saat arus listrik mengalir melalui sebuah penghantar, maka sebagian energi listrik yang dimiliki oleh arus listrik tersebut akan hilang. Energi ini hilang dalam bentuk energi panas, yang timbul akibat resistensi (hambatan) dari penghantar tersebut.
Besar dari energi listrik yang hilang akibat dari panas ini adalah berbanding lurus dengan besarnya kuat arus listrik (I). Besar dari kuat arus listrik (I), daya listrik atau beasrnya energi listrik tiap satuan waktu (P) dan tegangan listrik (V) memiliki hubungan:
P = V x I
I = P / V
Sehigga, untuk mengurangi energi yang hilang, maka besar dari kuat arus listrik (I) haru diperkecil dengan memperbesar tegangan listrik (V).
Di Indonesia, transmisi tegangan tinggi dari pembangkit listrik ini disebut dengan SUTET (Saluran udara tegangan ekstra tinggi), yang menyalurkan arus listik dengan tegangan hingga 500kV (500 ribu Volt).
Pada pembangkit listrik, arus listrik yang semula sekitar 11-24 kV dinaikkan dengan transformator step up, sehingga menjadi 70-500 kV. Arus tegangan tinggi ini kemudian dialirkan dalam jaringan transmisi, dengan SUTET ke gardu listrik dan masuk ke jaringan distribusi. Di gardu, arus listrik diperkecil dengan transformator step down, menjadi arus listrik bertegangan 220 Volt yang siap digunakan.