Cara membedakan kemampuan suatu cairan dalam menghantarkan arus listrik dengan cara melakukan uji larutan elektrolit dan non elektrolit
A. Larutan Elektrolit
Larutan elektrolit adalah zat yang dapat membentuk ion-ion dalam pelarutnya sehingga larutannya dapat menghantarkan listrik. Hal ini dikarenakan larutan elektrolit terionisasi dalam pelarutnya.
1. Larutan elektrolit kuat
2. Larutan elektrolit lemah
.
B. Larutan Non Elektrolit
Larutan non elektrolit adalah zat yang tidak dapat membentuk ion-ion dalam pelarutnya sehingga larutannya tidak dapat menghantarkan arus listrik.
Uji larutan elektrolit dan non elektrolit
Untuk mengetahui suatu larutan dapat menghantarkan arus listrik atau tidak, maka kita dapat mengetahui dengan cara melakukan uji larutan elektrolit. Untuk melalukan uji larutan tersebut alat dan bahan yang kita perlukan adalah
- Batu baterai
- Bola lampu
- Kabel penghubung
- Elektrode karbon
- Larutan yang akan diuji
- Gelas beker
Pertama-tama, kita rangkai semua alat yang ada sesuai dengan gambar rangkaian alat uji pada lampiran gambar. Setelah selesai, kemudian masukkan larutan yang akan diuji kedalam gelas beker. Amatilah bola lampu dan elektrode yang berada dalam gelas beker.
- Jika larutan merupakan elektrolit kuat maka bola lampu akan menyala terang dan pada elektrode akan terdapat banyak gelembung gas. Sehingga larutan tersebut merupakan konduktor yang baik.
- Jika larutan merupakan elektrolit lemah maka bola lampu akan menyala redup dan hanya terdapat sedikit gelembung gas. Selain itu, terkadang juga bisa dihasilkan percobaan bahwa bola lampu tidak menyala tetapi terdapat sedikit gelembung gas pada elektrode.
- Jika larutan merupakan non elektrolit maka lampu tidak akan menyala dan juga tidak akan terdapat gelembung gas. Maka, larutan termasuk konduktor yang buruk.
Cara membedakan kemampuan suatu cairan dalam menghantarkan arus listrik = melalukan uji larutan elektrolit dan non elektrolit
Mapel : Kimia
Bab : Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit
Kelas : X
Semester : 2
Kode : 10.7.5
#AyoBelajar